Selasa, 19 Mei 2009

Akademik Vs Organisasi ( Kenapa harus Vs...?)

Dalam keseharian kita masih sering bertanya, “manakah yang lebih penting akademis atau organisasi sich?”. Pertanyaan ini seharusnya sudah tidak ada dalam benak kita, “kenapa harus mengejar akademisi dan kenapa harus ikut berorganisasi?”, Cukup punya alasankah kita? Karena dua hal tersebut sepatutnya bisa disinergikan dalam pencapaiannya agar kita bisa memenuhi cita-cita perguruan tinggi. lalu apa sih cita-cita perguruan tinggi itu? menurut Moh. Hatta tugas besar perguruan tinggi itu adalah membentuk manusia susila demokrat yang:

1. Memiliki keinsyafan tanggung jawab atas kesejahteraan masyarakatnya

2. Cakap dan mandiri dalam memelihara dan memajukan ilmu pengetahuan

3. Cakap memangku jabatan atau pekerjaan dalam masyarakat.

Dengan cita-cita tersebut, selanjutnya harus kita analisis apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan kita, yang pasti kita memang harus belajar, “belajar apa?”, apapun itu!!

Saat kita dituntut untuk memiliki keinsyafan tanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat, apa mungkin bisa tercapai saat kita hanya mengurung diri kita dalam tembok angkuh ruang kelas dan laboratorium, saat kita dituntut cakap dan mandiri dalam memelihara dan memajukan ilmu pengetahuan, apa mungkin tercapai saat kita melempem tidak memiliki sifat kritis. Lalu, disaat kita dituntut untuk cakap memangku jabatan dalam masyarakat, apa mungkin tercapai jika kita hanya melatih diri kita dengan cara duduk diam dan mendengarkan dosen atau assisten dosen?? Justru itulah, karena tuntutan yang dilimpahkan pada kita tidaklah kecil maka kita juga harus belajar bagaimana “hidup”, belajar bagaimana bertanggung jawab, berempati, bersosialisasi, dan sebagainya untuk bisa mencapai cita-cita besar perguruan tinggi itu.

Kita harus berlaku selayaknya insan akademis, yaitu isnsan yang selalu mengembangkan diri agar bisa menjawab tantangan masa depan. Juga insan yang mengikuti watak ilmu yang selalu mencari dan membela kebenaran ilmiah. Karena mahasiswa adalah “agent of change, yang memiliki seonggok beban berat akan nasib bangsa kita.

Pilihannya sekarang adalah apakah kita akan cukup bernyali untuk membuka mata, telinga dan hati sehingga bisa melihat kenyataan seonggok beban itu? Atau kita lebih memilih untuk berpura-pura tidak tahu akan kenyataan itu?

Yang pasti jika mengapa itu semakin besar, maka bagaimana itu akan semakin kecil.

Jika “mengapa kita harus kuliah dan berorganisasi?” terjawab dengan lantang..,maka “bagaimana kita bisa kuliah dan berorganisasi dengan baik?” akan mudah terjawab..

Jadi tidak ada “Vs”.

Karena akademik dan aktivitas berorganisasi bukan untuk dipilih salah satu!!!

Diterbitkan pada Buletin Kombat edisi September 2008

Oleh IMMawati Mita_Kabid Kombat Pers Media 2008/2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar